Mengenal Tuhan atau Takut Terhadap Tuhan?

Jika kamu merasa begitu mencintai Tuhan namun kamu tak mengenal dekat dengan Tuhan, sebenarnya kamu hanya tunduk dan takut dengan aturan agama. Agama yang diwariskan oleh kedua orangtua. Apabila dalam agama tak ada surga, neraka, dosa, pahala. Niscaya, kita semua hanya mahluk yang bertindak sesuka hati.

Kalau kamu berpikir bahwa seorang atheist adalah seorang yang hina dan sesat, sebenarnya mereka adalah orang sudah mencari tahu keberadaan Tuhan, mencoba mengenal Tuhan melalui ajaran agama, dan berpikir menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak mereka. Hanya saja mereka tak menemukan jawaban dan tak sedikit yang merasa kecewa karena tidak menemukan bukti keberadaan Tuhan.

Lantas, jika kita yang merasa begitu mencintai Tuhan dan merasa Tuhan benar adanya. Mengapa kamu tunduk berdasarkan rasa takut dan hanya mengharap imbalan? Bukan karena rasa cinta? Takut akan neraka, takut akan dosa, takut akan sangsi sosial, takut diasingkan, dan berbagai macam ketakutan lain. Tunduk hanya karena mengharap imbalan pahala, mengharap masuk surga, dan mengharap imbalan pujian atau penilaian baik dari lingkungan.

Coba tanyakan pada diri sendiri, seberapa jauh kamu mengenal Tuhanmu? Kamu lebih mengenal orang yang kamu sayang atau Dia Yang Maha segala-Nya? Pernahkah kamu merasa sangat galau akibat cemburu, khawatir, marah, rindu, dan sayang terhadap Tuhan seperti yang kamu rasakan ke orang yang kamu sayang?

Sebenarnya kita ini hanya mengaku cinta, atau hanya merasa takut pada-Nya?

Serang, 07 Mei 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *