Fanatik Buta

Liar, membabi buta, tak peduli aku siapa. Asal membela tuan, diriku sudah senang dan bangga.
Walau pencela buta dan bocah, ku hadang menantang tanpa pandang siapa.
Hai kau para pencela! Kugadaikan semua untuk membela tuan! Tak peduli kau berkata apa padaku, asal bukan tuan yang kau hina. Aku tak mengapa!
-fanatik tuan-

Hahaha asal kau marah, aku bahagia. Melihat kau pembela tuan, meradang dan meledak.
Sedikit cibiran kau balas makian.
Berbondong-bondong dan sekonyong-konyong, berderap jempol bercapslock jebol.
Wahai kau pembela tuan, pemarah dan liar. Sebanyak itu kah waktu luangmu untuk memuja tuan?
-pencela tuan-

Bintaro, 20 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *