Aplikasi berbasis birahi

Saat tulisan ini ditulis, gue mendapatkan pengalaman yang cukup menarik dari sebuah sosial media yang gue kira belum banyak pengguna internet yang tahu sosial media ini. Karena gue mengamati sekitar lebih dari enam jam sehari selama seminggu untuk memainkan aplikasi ini, dan ternyata untuk mendapatkan update posting dari sosmed ini di kota gue sangat jarang terjadi dan sangat jarang mendapatkan respon atau komentar ketika gue membuat suatu postingan dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Mengapa gue bisa tahu perbedaan jumlah pengguna di kota gue dengan kota lain? Itu karena aplikasi ini menggunakan lokasi (nearby) untuk bisa melihat postingan lain.

Keunikan sosial media ini dibanding sosial media lain itu ada dua macam yaitu: yang pertama adalah dari fitur pada aplikasi ini menggunakan sistem nearby untuk bisa berinteraksi dengan pengguna lain yang terdekat dengan gue, kemudian jarak untuk mencari postingan lain bisa diatur sesuai yang sudah tersedia dari aplikasinya. Fitur selanjutnya yaitu aplikasi ini merupakan aplikasi anonim (anonymous) tanpa harus registrasi menggunakan email dan password, cukup install lalu sudah bisa edit profil pada pengaturan aplikasi. Lalu fitur unik lainnya adalah hanya berupa teks dengan latar gambar/foto/video sebagai pemanis. Tidak ada foto profil atau embel-embel lain. Keunikan yang kedua terletak pada aktifitas penggunanya yang sangat mencolok serta cukup membuat pikiran terheran-heran bercampur penasaran. Sebab, dalam aktifitas di sosial media ini 90% merupakan postingan untuk berburu mangsa agar bisa melampiaskan birahi dengan pengguna lain.

Bagi lo yang tahu nama aplikasi yang gue maksud, lo hanya cukup tersenyum tanpa harus berkomentar untuk memberitahu nama aplikasinya. Sebab, gue hanya ingin aplikasi ini tetap menjadi sosial media yang hanya segelintir orang saja yang tahu. Alasannya sederhana, supaya tidak banyak orang yang masuk dan terlena menggunakan aplikasi ini. Sepakat?  Gue anggap lo sepakat dengan gue. Oke, gue akan lanjutkan cerita mengenai pengalaman gue menjelajahi “kehidupan” di dalamnya. Gue tidak akan memberitahu darimana gue bisa menemukan dan terjun di dalam aplikasi ini, karena akan hanya membuat tulisan gue semakin panjang dan semakin capek gue mengetiknya. Pertama, gue melihat postingan-postingan yang terposting di kota gue, belum ada hal aneh yang membuat gue bergumam “Hah? Serius?”. Postingan biasa seperti orang mengeluh soal percintaan atau sekedar bercerita tentang hal yang mengganggu pikiran para pengguna. Namun semakin gue menjelajahi aplikasi ini, semakin membuat gue menjadi penasaran dan berfikir “Asik nih aplikasi, bisa liat sisi lain orang-orang”. Jika lo berfikir di sini banyak konten bokep, lo salah besar. Gue sarankan lo mandi dahulu agar pikiran lo jernih sebelum melanjutkan membaca cerita gue.

Tidak ada gambar/foto/video bokep! Ya kecuali foto cewek nude dan video pria wanita sedang berciuman, itu bukan bokep lah yaaa. Udah biasa! Justru lebih banyak gambar/foto/video yang dijadikan latar tulisan status merupakan visual yang bagus-bagus seperti pemandangan, kota di malam hari, manusia, atau pantai. Tapi yang membuat aplikasi ini menjadi aplikasi mesum adalah pikiran para penggunanya yang menuangkannya dalam bentuk postingan. Mulai dari mencari cewek BU (Butuh Uang), cewek BO (Booking Order), Berondong mencari tante girang, cowok yang sedang mencari cewek untuk ONS (One Night Stand), Cowok yang sedang mencari cewek untuk cuddle di kamar, mencari teman nongkrong (minum, nonton, makan, sampai liburan), pencari FR (Fake Relationship), mencari orang untuk VCS (Video Call Sex), CS (Chat Sex), PS (Phone Sex), pengemis pulsa/go-pay, cowok pencari foto naked cewek-cewek, LGBT yang sedang mencari pasangan untuk seks, para pencari FWB (Friend With Benefit), yang mencari pacar, ada juga yang hanya postingan dengan satu kata yaitu “sange”, sampai tidak sedikit cowok yang penisnya ingin diberi rating oleh cewek, bahkan yang lebih menggelikan lagi adalah cowok yang postingannya berisi kalimat “Ada cewek yang mau liatin gue coli gak?” fak lah, goblok pisan! Tapi kocak wkwkwkwkwk dan ini nyata! Sesuatu hal yang membuat pikiran gue menjadi heran bercampur penasaran. “Bener ngga sih ada yang mau?” oke, karena gue sudah nyebur ke dalam lingkungan mereka. Rasanya gue harus menyelam untuk memuaskan rasa keingintahuan gue, dan mulailah gue rajin posting yang berbau mesum atau mengirim pesan ke postingan cewek untuk gue modusin. Disaat inilah ilmu playboy gue digunakan, membuat cewek yang tadinya stranger lalu berubah menjadi “sexy dancer” di dalam obrolan yang gue lakukan.

Namun perlu lo ketahui, tidak semua postingannya berbau mesum, ada juga yang isinya hanya kegabutan untuk mencari teman ngobrol tanpa bahas seks. Which is masih ada yang anti dengan hal berbau mesum, range usianya beragam, dari usia 17 tahun sampai usia hampir 30 tahunan. Bahkan tidak sedikit cowok menyamar jadi cewek demi mendapatkan foto penis yang digunakan untuk bahan colinya mereka wkwkwkwk keren kan? Nah, gue mulai “petualangan” pertama dengan mencari sekiranya cewek mana yang memiliki celah untuk dikirim pesan dan dibalas olehnya sekalipun obrolannya clean atau bersih. Sebab, di tempat seperti itu, cewek merupakan primadona yang banyak dikirim pesan oleh cowok-cowok yang ingin merayu atau menggoda sekalipun si cewek berbadan gendut (mereka punya kode untuk identitas gender mereka di setiap postingan seperti “gabut nih, chat clean yuk. F20 fat” yang artinya clean untuk bersih tanpa ada unsur seks, F untuk Female, 20 untuk usia, dan fat untuk gendut) tetap ada saja peminatnya, dan untuk langkah awal yang gue lakukan adalah dengan tidak memilih dan memilah cewek mana yang ingin gue SSI (Sepik Sepik Iblis alias modus).

Dalam aksi yang pertama, berhasil gue ngobrol walau cuma dibalas dua sampai tiga kali. Paling-tidak gue sudah mendapat perhatian dari cewek itu, selanjutnya gue mencoba posting yang berbau mesum. Berharap ada cewek kirim pesan untuk memberikan respon atau menerima godaan darinya, yang terjadi adalah postingan gue dikacangin wkwkwk sepi breee! Tapi tidak membuat gue berkecil hati, gue terus mencari. Singkat cerita,  di sana gue mendapat teman ngobrol yang membahas soal 3some, gangbang, bdsm, chat sex, dapat foto naked berupa foto payudara dan paha berikut bulu jembut yang entah maksudnya ingin memperlihatkan vagina tapi goblok tidak bisa ambil sudut foto yang bagus (yang ini membutuhkan siasat halus tapi tepat sasaran supaya bisa dapat), ada juga yang ngobrol seru ketawa-ketawaan tanpa ada unsur seks, bahas pengalaman cewek masturbasi menggunakan dildo, sampai menjadi dukun curhat orang-orang galau. Dih galau di lingkungan mesum wkwkwk

Menjadi aktif di sana bukan berarti lancar jaya serta menyenangkan, ada juga kejadian yang gue alami yaitu gue kena labrak cewek di inbox karena banyaknya postingan mesum yang gue buat dan dia mengatakan jijik sama gue, astaaagaaaa gue bahagia! Artinya gue sudah bisa menarik perhatian orang asing ke dalam postingan gue. Adapula yang bilang ke gue “kepo lo!” atau umpatan-umpatan yang bikin gue bilang “hilih kintil!”. Mungkin lo merasa gue sama menjijikkannya seperti mereka, itu sah-sah saja karena gue sudah bermain di arena yang bagi orang-orang normal itu adalah tempat kotor! Tapi bagi gue, tempat-tempat negatif itu seperti arena bermain yang seru! Nah, setelah rasa penasaran gue hilang. Gue hapus aplikasinya karena kedepannya akan sama saja polanya yaitu: sange > posting > chating > kalau hoki sampe ketemuan untuk ml, kalau apes harus ulangi lagi buat cari mangsa. Sekian.

*Ah iya, gue lupa satu hal, ada cewek yang inbox untuk video call dengan gue supaya gue bisa liat Dia lagi ml dengan cowoknya, alamak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *